Trekking ke Leuwi Hejo Sentul

Hai trekkingers, sudah tidak bisa diragukan lagi kawasan Sentul memang merupakan salah satu kawasan yang sangat indah. Dengan kualitas udara yang sangat baik dan tentu saja tidak jauh dari Jakarta, sekarang aku akan menceriatakan pengalamanku pertama kali trekking sendirian di kawasan Sentul, khususnya di Leuwi Hejo.

Suatu hari di akhir pekan, setelah menghadapi minggu yang sangat berat aku sepertinya membutuhkah banyak asupan energi baru yang tidak bisa didapatkan di kota. Ya, energi alam adalah energi yang tidak akan pernah bisa aku temukan di kota besar yang penuh dengan polusi yang sangat tidak baik untuk kesehatan tubuh kita.

Sehingga pada akhirnya aku memutuskan untuk mencari tempat trekking terdekat dari kota Jakarta, di antara beberapa yang peling baik, aku menemukan sebuah tempat yang asri, jauh dari hiruk pikuk perkotaan dan yeng terpenting memiliki kualitas udara yang sangat berkualitas. Tempat itu bernama Leuwi Hejo yang berlokasi di Sentul.

Didorong dengan jiwa petualang yang memang sudah tertanam sejak masa kuliah aku memutuskan untuk pergi trekking sendirian ke Leuwi Hejo yang terletak di Sentul, Bogor, Jawa barat. Dengan minimnya pengetahuan jalan menuju ke sana, tidak ada pilihan lain aku hanya akan mengandalkan maps dari smartphone juga sesekali bertanya-tanya dengan penduduk sekitar.

Jarak antara Kota Jakarta dan Leuwi Hejo Sentul tidak terlalu jauh, dengan menggunakan motor dan mobil kurang lebih hanya mengahabiskan waktu 45 menit sampai 1 jam saja. Buat kamu yang tidak memiliki kendaraan kamu juga bisa menggunakan angkutan umum seperti angkot dan juga ojek dengn budget 50rb saja. Kawasan Sentul ini juga sangat dekat dengan Jalan Tol, sehingga kamu tidak akan kesulitan untuk menemukannya.

Selama di perjalanan, aku mencoba untuk mencari tahu mana jalan yang paling dekat, kalau kamu berangkat dari Jakarta dengan motor atau mobil kamu bisa mencoba lewat Cibubur dan Citeureup, tidak terlalu jauh kok dan jauh dari yang namanya macet. Aku memutuskan untuk melewati Cibubur yang nantinya langsung tembus di Citeureup Bogor dan langsung mengarahkanku ke area trekking Sentul Leuwi Hejo.

“Beda banget suasananya” itulah kesan pertama yang aku rasakan ketika pertama kali sampai di sini. Udara yang sejuk, tidak ada lagi gedung-gedung dan yang terpenting jauh dari yang namanya polusi. Area sawah hijau kekuningan adalah pemandangan pertama kali yang aku dapatkan di sini dan yang pasti hal ini tidak akan pernah aku temukan di Jakarta.

Setelah sampai di sana, kamu akan bertemu dengan pintu gerbang yang akan mengarahkan kamu Leuwi Hejo, tapi aku sangat menyarankan kamu untuk masuk melewati gebang besarnya Leuwi Hejo karena selain jelas kamu tidak akan bertemu dengan calo-calo tiket yang sangat meresahkan, atau jika ingin lebih mudah lagi kamu bisa dapatkan paket dari trekking.id, kamu sudah dapatkan langsung paket trekking beserta pemandu mulai dari 135 ribu saja sudah termasuk tiket dan parkir.

paket trekking sentul

Kebetulan aku sudah memesannya terlebih dahulu melalui website. Dan sesampai aku di depan pintu gerbang, pemandu langsung menuntunku untuk memarkirkan kendaraan di rumah warga, ya meskipun di dalam sudah terdapat tempat parkir khusus tapi dengan menitipkan kepada warga setidaknya lebih aman dan juga membantu warga yang ada di sana.

Ternyata pemandu yang ada di trekking.id adalah pemuda-pemuda yang berasal dari kampung di sini yang sudah pasti tahu dengan geografis dan medan yang ada di Leuwi Hejo dan sekitarnya. Tidak ambil pusing lagi aku langsung memberikan bukti invoice pemebelian tiket kepada mereka dan langsung berangkat untuk trekking ke Leuwi Hejo dan sekitarnya.

Sungguh indah sekali, mungkin tempat ini adalah tempat yang mungkin tidak bisa aku temukan lagi di tempat lain, pemandu membawaku pertama kali melihat bukit pinus seperti yang ada di dalam film, lalu melewati cadas ngamper, tembus di leuwi hejo dan berakhir di curug benjol.

Hutan pinus yang ada di sini mungkin selintas sama dengan apa yang ada di tempat lain, namun yang membuat dia beda adalah pemandangannya, dari bukit pinus kamu akan disuguhkan dengan pemandangan gunung pancar yang sangat indah juga hamparan sawah hijau yang memanjakan pandangan siapa saja yang melihatnya.

Setelah melewati hutan pinus kamu akan melihat aliran sungai yang ada di cadas gampar, di sini bagi kamu yang hobby berenang di air deras kamu bisa berhenti dulu untuk mandi atau sekadar mencuci muka. Udah jangan diragukan lagi airnya sangat-sangat jernih dan segar kok.

Setalah melewati cadas ngampar, perjalanan aan sedikit lebih menantang karena kamu mulai memasuki lembah yang berisi puluhan curug dan leuwi, salah satunya adalah Leuwi Hejo. Aku tidak khawatir karena pemandu selalu mengawasi dan menunjukan jalan. Sesampaiku di Leuwi Hejo, “Buurrrrrrurrrrrr” indah sekali, mungkin kebanyakan orang menyebutnya Leuwi hejo karena air yang ada di sana sangat-sangat jernih dan memantulkan warna hijau dedaunan yang ada di sekitaranya.

Tanpa pikir panjang aku langsung menceburkan diri ke Leuwi tersebut, “Sumpah.. segar benget” kerasa banget kalau air jernih dan segar yang langsung datang dari bukit. Indah benget, semua orang yang datang mungkin akan merasakan hal yang sama, trekking di sentul pertamaku ini tidak akan pernah aku lupakan sampai kapanpun ditambah lagi dengan hadirnya pemandu yang sudah disediakan oleh trekking.id.

Karena hari hampir tengah hari, pemandu membawaku untuk melanjutkan perjalanan ke tujuan terakhir yaitu Curug Benjol. Ya, ini adalah tempat terakhir yang ada di dalam paket yang aku pesan. Tidak kalah indah dari Leuwi Hejo yang terkenal itu, Curug Benjol adalah tempat yang indah dengan warna air yang sedikit berbeda dengan Leuwi Hejo, di sini air lebih berwarna biru, mungkin karena tempat yang sedikit terbuka dan air yang jernih itu memantulkan warna awan.

Aku memutuskan untuk tidak mendi di tempat terakhir ini, karena tubuh yang sudah terlalu mengigil dan perut yang sedikit keroncongan. Aku meminta pemandu untuk membelikan pop mie dari penjual yang ada di sekitar. Akhirnya perjalanan selesai dan pemandu kembali membawaku pulang ke tempat awal kami bertemu.

Sebuah pengalaman pertama yang tidak pernah dilupakan, karena ini adalah kali pertamaku pergi sendirian untuk trekking di sentul, untung ada trekking.id yang telah menyediakan semuanya dan aku tidak perlu lagi repot untuk memesan tiket di tempat juga keselamatan yang sudah terjamin oleh pemandu yang memang berasal dari sana.

Pos Berikutnya
5 Curug terbaik yang ada di Sentul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.
You need to agree with the terms to proceed

Menu
Butuh bantuan?